Akad (2)

952 Kata

"Maafkan saya, saya terpaksa harus menceritakan kondisinya. Orang tua saya memaksa untuk membatalkan pernikahan," ucap Mahmud. Mendengar kalimat itu, Icha merasakan seperti ada gempa besar. Bumi seolah-olah terbalik berulangkali. Icha mencoba menahan diri untuk tidak menangis. "Maksud kamu bagaimana? Akad pernikahan sesuai rencana sudah di depan mata," Hilal berbicara dengan nada tinggi. Dia tak menyangka adik angkatannya itu akan berlaku seperti itu.  "Berkali-kali aku memohon maaf. Sebenarnya sudah lama kuceritakan kondisi ayah Icha. Bahkan ketika Icha menceritakan ayah yang tersandung kasus itu tempo dulu, aku langsung mengutarakan dan meminta pendapat dari keluarga besar. Mereka tidak keberatan. Namun mereka telah menarik ucapannya. Mereka memaksaku untuk membatalkan pernikahan. Say

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN