Bab 40

1802 Kata

"Luna.." Terdengar suara bass seseorang yang menghampirinya. Luna terperanjat mendengar suara Arka yang memanggil, segera membalikkan tubuhnya. Dengan pergerakan cepat, sebelum Nathan akan memperkenalkan dirinya ia menarik tangan Arka agar tak bisa bicara dengan kekasih kakaknya itu. "Luna! Kamu apaan? Kenapa tarik tangan saya." Arka menghempaskan tangan Luna ketika menjauh dari Raga maupun Nathan. "Bukan gitu, mas. Luna hanya lagi lapar kebetulan ada mas Arka." Alasan Luna dengan cengegesan. Arka memicingkan matanya, ia tak semudah itu percaya. "Oh ya? Kamu nggak lagi sembunyikan sesuatu dari saya." Luna terdiam sejenak, ia menghembuskan napas berat. Kakak iparnya ini mudahkan sekali menebak mimik wajahnya. "Enggak kok, mas." Ucap Luna. Arka masih curiga, ia yakin laki-laki bersa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN