Bab 47

1749 Kata

Manusia hanya bisa berencana, namun takdir berkehendak lain. Seperti cinta Sherry yang tak bisa dia tebak. Hatinya menginginkan Arka tapi dirinya terbelenggu dalam dua hati sulit untuk memilih. Sherry bersender dibalik pintu kamarnya, dia masih terinsak dalam tangisnya. Apalagi Arka belum kembali setelah pertengkaran mereka. Sherry ingin menyelesaikan masalahnya dengan bertemu Nathan tapi ia tak mungkin meninggalkan Melisa. Tok.. Tok.. Tok.. "Sher, kamu nggak papa." Terdengar suara Melisa dari balik pintu tertutup. Sherry mengusap bangkit mengusap air matanya. Sherry bangkit membuka pintu, ia melihat Melisa yang tampak khawatir dengan keadaannya. "Nggak.." Jawab Sherry singkat. Melisa mendekati Sherry yang matanya sembab, tanpa Sherry memberitahunya. Melisa bisa menebak jika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN