Sherry berburu turun dari taxinya, ia melihat Diaz yang baru saja keluar dari rumah sepertinya Arka sudah bangun. Seketika Sherry menjadi semakin takut. Otaknya seakan berputar memikirkan alasan yang tepat harus dia berikan dengan Arka. 'Tamat hidup lo, Sherry' membatin Sherry sambil berjalan hendak memasuki rumah. "Pagi, Bu." Sapa Diaz. Sherry sejenak menghentikan langkahnya, meski saat ini pikiran tak karuan, dirinya harus menyiapkan mendapatkan kemarahan Arka. "Pagi. Kamu sepagi ini sudah kemari ada masalah." Tanya Sherry sekedar berbasa-basi. "Kebetulan Pak Arka tidak ke kantor. Jadi saya kemari memberikan berkas yang harus ditanda tangani beliau." Sherry tertegun. Astaga.. Kiamatlah hidup Sherry, suaminya justru tak bekerja. Sekarang habislah dia, seharian Arka dirumah pasti

