Pagi menjelang Sherry sudah sibuk memasak sarapan. Wanita itu heran kemana Arka tidur semalam tadi. Arka sama sekali tidak kembali ke kamar mereka. Tapi ada untungnya juga, ia tidak perlu menghadapi Arka dengan malu melanda dirinya. Berapa bodohnya Sherry ia terlalu beramsumsi sendiri. "Bu, lebih mandi, biar saya yang menata meja makan." "Tapi.." "Ini sudah tugas saya, bu." Sherry merenggut mendengar ucapan Sita namun ia bisa apa. Wanita itu kembali ke kamarnya, mengejutkan sekali.. Arka sudah berada di kamar mereka. Bahkan pria itu sudah rapi dengan kemejanya. "Kamu belum mandi? Hari ini temankan saya ke proyek. Siap-siap dan tolong dandan yang cantik jangan buat saya malu." Ucap tegas Arka membuat Sherry mengelus dadanya. Dasar manusia tak berakhlaq!! Tanpa bicara Sherry mema

