Bab 22

1668 Kata

Langkah kaki Arka terasa berat, ia memasuki rumah. Sebelum datang kerumah itu, Arka membeli bunga Lili yang saat sudah di tangannya. Arka selalu merasa sedih setiap datang kerumah ini, disana sudah ada Diaz yang selalu Arka tugaskan untuk menjaga seseorang yang menempati rumah tersebut. "Apa kabar?" Lirih Arka berdiri di belakang seorang wanita yang duduk di tepian kolam berenang. Wanita itu tersenyum sinis melihat kehadiran Arka, sampai hari ini ia tidak mengerti kenapa Arka melarangnya keluar rumah, sudah setahun ia terkurung dirumah milik Arka. Bahkan ia mengingat jelas kecelakaan yang terjadi. "Melisa.." Ucap Arka lagi. Melisa bergegas bangkit dari duduknya, ia menatap sengit kearah Arka. "Kamu nggak perlu tau kabar aku disini. Selama ini kamu udah buat aku serasa di penjara mau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN