41. Jebakan

1005 Kata

Franklin mengakhiri pekerjaannya tepat azan Magrib berkumandang. Ia memijat pelipisnya dengan kedua tangannya sembari menunggu laptopnya mati. Setelah itu, ia menyimpan laptopnya di dalam tasnya dan merapikan meja kerjanya. Karena ia yakin akan terjebak macet di saat jam pulang kerja seperti saat ini, ia memutuskan untuk salat Magrib di ruang kerjanya. Air wudhu membuatnya terlihat lebih segar. Rambutnya sedikit basah di bagian pucuk kepalanya. Dengan kopiah putih yang selalu ia bawa dalam tasnya, ia memakainya kemudian menghamparkan sajadah menghadap ke arah kiblat. Lafaz takbiratul ihram pun terucap lantang di tengah kesunyian lantai lima belas. *** Franklin keluar dari kantornya ketika langit sudah gelap. Ia segera mengambil ponselnya untuk memesan jasa ojek online agar ia cepat samp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN