31. Ujian Seorang Hamba

1080 Kata

"Pa-papi ... kenapa malah memukulku?" Franklin membalas tatapan nyalang sang ayah. "Jangan kira Papi tidak mengawasimu selama dua tahun terakhir, Franklin Xavier Wicaksana!" desis Andre. "Mas, tenanglah!" pinta Felisha. "Bagaimana bisa aku tenang sedangkan putraku sudah mengkhianati Tuhan!" hardik Andre. "Papi, maafkan aku," lirih Franklin. "Bawa semua barang-barangmu dari sini!" perintah Andre. "Mas!" teriak Felisha. "Papi, jangan usir Kakak!" pinta Alice dengan berlinang air mata. "Kakak baru saja pulang, kenapa Papi harus mengusirnya!" Andre tak menjawab. Ia memilih bergegas masuk ke dalam kamarnya daripada harus menatap Franklin yang terluka. Sebelum itu, mereka sempat mendengar suara pintu yang dibanting secara sengaja. Felisha menghampiri Franklin dan langsung memeluknya. Se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN