Ayyas memandang halaman belakang rumahnya dari balkon kamarnya. Tampak kolam ikan kecil tepat di samping gazebo ukuran tiga kali lima meter dan kebun tanaman hias dengan beragam jenis bunga yang menyejukkan mata. Pria itu kembali menarik napas panjang, kemudian ia embuskan perlahan. Masih ada waktu tiga jam lagi sebelum acara pertunangannya dimulai. Namun, ia merasa gugup luar biasa. "Ya Allah, lancarkanlah urusan hamba," ucapnya, lirih. Suara nada dering ponsel mengalihkan perhatiannya. Ia pun mengambil benda pipih berwarna hitam itu. Tampak nama kontak Azzam di layarnya. "Assalamu 'alaikum, Kakak ipar!" "Wa 'alaikumussalam," balas Azzam. "Di mana?" "Masih di rumah. Kenapa?" "Aku kira kau ada di kantormu," ujar Azzam. "Gimana? Udah deg-degan, belum?" "Kau ini!" sungut Ayyas. Derai

