53. Mencintai dengan Sederhana

1150 Kata

Entah berapa lama Franklin terlelap di samping bayi laki-laki itu. Setelah semalaman bayi itu ia gendong karena terus menangis, ia meletakkan bayi itu di dalam boksnya. Setelah memastikan bayi itu tak menangis lagi, akhirnya ia terlelap di sampingnya dengan posisi duduk. Beberapa tepukan pelan di bahunya membuat Franklin terkesiap. "Sudah Subuh, Nak. Sebaiknya kamu pulang dulu." "A-ayah, astagfirullah!" Hazig tersenyum seraya kembali menepuk pelan pundak anak sahabatnya itu. "Terima kasih, Nak. Ayah tidak tahu lagi harus berkata apa, bahkan Ayah tidak tahu apa yang harus Ayah lakukan untuk membalas kebaikanmu. Zura selamat setelah melahirkan anaknya meskipun sampai saat ini dia belum mau bangun," tuturnya dengan mata berkaca-kaca. "Ayah jangan ngomong gitu!" Franklin mengusap sayang t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN