"Kenapa masih diem aja sih? Nanti Pak Adit keburu diambil sama Aruna loh? Secara dia kan aktif banget deketin Pak Adit, udah gitu sok-sokan jadi pegawai teladan yang selalu lebih dulu nyelesaiin semua kerjaan pula." Langkah Aruna terhenti saat dirinya mendengar namanya sendiri disebut. Dia menunduk, menatap kepada gelas miliknya yang kosong. Niatnya dia hanya ingin mengambil air hangat untuk dia minum sepanjang bekerja, dia juga berniat untuk mengambil beberapa cookies yang biasanya disediakan di pantri untuk cemilan. Namun siapa yang akan menyangka jika dia malah mendapati dirinya jadi bahan gosip orang-orang yang saat ini ada di dalam pantri lebih dulu daripada dirinya. Tersenyum miring, bukannya pergi Aruna justru bersandar di tembok sambil terus memasang telinga untuk mendengarkan l

