68

1519 Kata

Setangkup roti dengan selsai kacang, segelas s**u hangat, adalah pilihan sarapan Aruna yang sudah sangat terlambat. Ini sudah puluh sepuluh siang dan dia tadinya berniat untuk mencari makan di luar sekalian untuk makan siang, namun mood nya langsung turun drastis begitu mendengar kabar kepindahan Rona. Apalagi dia mengetahui hal itu bukan dari mulut Rona, melainkan dari barang-barang Rona yang sebagian besar bahkan sudah dipindahkan ke rumah baru. Aruna kesal, tentu saja. Karena walaupun pada akhirnya hubungan dia dan Rona tidak berjalan sesuai harapannya, namun dia masih berharap agar bisa menjadi tetangga dan teman yang baik bagi Rona. "Tadi pagi itu, di udah nyariin kamu. Katanya, mau sekalian pamit tapi kamunya masih tidur. Makanya Mama enggak berani bangunin. Jadi jangan terlalu ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN