58

1537 Kata

"Boleh mampir ke toko kue enggak?" Walaupun angin yang berhembus membuat suara Andita sedikit terdengar kabur, namun Rona masih bisa menangkap kalimat gadis itu. "Boleh. Yang dimana?" tanyanya. Andita menjulurkan tangan ke depan, ke arah jejeran toko yang ada di depan jalan. Dengan patuh, Rona memelankan jalan motornya hingga kemudian berbelok dan berjejer dengan motor-motor lainnya yang sedang terparkir di depan sebuah toko kue kecil bercat biru muda. "Tumben mau beli kue. Buat siapa?" tanya Rona penasaran. Pasalnya, yang dia tahu Andita tidak begitu menyukai makanan manis, lain dengan Aruna yang memang hobi dengan semua makanan manis. "Buat Ayah. Tadi pagi dia SMS, minta aku supaya mampir ke rumah." Sejenak Rona terdiam saat mendengar ucapan Andita, sebelah alisnya terangkat naik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN