"Laporannya?" "Sudah saya email barusan, Pak," balas Aruna cepat. Dia kemudian merapatkan bibirnya, sadar jika suaranya terlalu keras hingga membuat semua orang di ruangan itu menoleh padanya. Reaksi mereka beragam, Ica dan Vany terkekeh pelan sambil mengedipkan mata untuk menggoda dirinya. Sedangkan sisanya, tentu saja mereka menatap Aruna dengan cibiran pelan. Mungkin mengira jika Aruna sengaja mencari perhatian dari Ketua tim mereka. Aditya sendiri tersenyum manis, mengangguk kepada Aruna. "Makasih ya. Maaf karena saya keburu tanya sebelum cek," katanya. Aruna balas tersenyum, "Enggak apa-apa, Pak." Lalu Aditya kembali ke mejanya sendiri yang disekat dan berada di pojok ruangan. Aruna kembali menunduk, menyelesaikan pekerjaannya yang lain sampai sebuah suara pelan terdengar. "K

