Guyuran air dari keran shower yang mengalir seakan betah menimpa helaian rambut hitam Gara. Bersiap melaju di antara hamparan otot-otot yang terbentuk sempurna. Tidak berlebihan namun tampak begitu gagah, melekat di setiap lekuk tubuh pria itu. Memberi kesan basah yang terefleksi begitu seksi lewat pantulan tubuh kekar di atas kaca berembun. “Kutukan si ubur-ubur bulan?” Decihan Gara membuat sedikit percikan air tercipta di depan wajahnya. Berpikir jika ucapan Raymon tadi siang benar-benar sebuah bualan yang dipaksa agar menjadi kenyataan. Kesan meremehkan itu tidak bisa disembunyikan Gara begitu saja, menjelaskan jika ia tidak terpengaruh sama sekali akan hal itu. Kutukan apa yang dia maksud? Tidak ada yang namanya kutukan di dunia ini, yang ada hanyalah sebuah sugesti yang terwujud

