“Dia suka sama Bli Dek. Makhluk genit,” tukas Gayatri yang mulai tahu titik tempat si makhluk. Kadek Satya masih sibuk mengitari pandangan saat tiba-tiba dari arah belakang ada dua tangan wanita memeluknya. Aroma cendana berbaur amis darah menempel ke tubuh pria tampan tersebut. “Maksud kamu apa, Gek?” tanya Kadek Satya sembari meraba bulu tengkuk yang meremang. Pria ini merasakan badannya agak ketat, tetapi tak melihat penampakan makhluk yang dilihat oleh Gayatri. “Aku tinggal melakukan sedikit ritual. Dia pasti ngacir ...,” geram Gayatri sambil mengangsurkan dompet, resi dan juga uang kembalian kepada Kadek Satya. ”Sudah lunas semua, sekalian biaya lab besok. Coba cek. Terima kasih banyak, Bli.” “Udah lunas, Gek. Syukurlah. Ini buat kamu, Sayang,”ucap pria berambut gondrong seraya men

