KAU, PERMATAKU!

1202 Kata

Deswita yang di vila sendiri, tahu betul siapa yang sedang mengetuk pintu. Akhirnya, wanita ini mengirim pesan kepada Pak Beni. [Pak tolong, sekuritinya kasih tugas. Deswi ngeri.] Beberapa saat, pesan pun belum dibaca. Deswita menunggu dengan rasa panik. Sementara pintu depan digedor-gedor keras bagai perampok. Sekelebat bayangan hitam dengan mata merah membara, melayang, mengitari ruangan. Wanita muda tersebut merasakan bulu kuduk meremang. Deswita menelepon Pak Beni, tetapi telah beberapa kali melakukan panggilan, tak diangkat juga. Wanita muda ini semakin panik, sementara pintu depan tampak didorong dari luar. Tanpa disadari oleh Deswita sosok merah telah masuk ke tubuhnya. “Gek Gayaaa! Ayo buka!”teriak Pak Man sambil mendorong pintu. Deswita yang telah dimasuki sosok merah, tak a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN