“Ada di pos sekuriti. Emang Bapak tadi gak lewat depan?” Gayatri semakin merasa aneh dengan pria di depannya. “Bapak gak pernah ke mana-mana dan tak perlu pintu,”jawab pria jangkung berwajah mirip Kadek Satya tersebut. Pria ini bangkit lalu melangkah pergi ke lantai atas. Setelan kepergian pria barusan, Gayatri baru teringat bahwa bapak Kadek Satya sudah meninggal. Namun, Gayatri tak melihat aura jahat pada pria tadi. Oleh karena rasa penasaran, wanita dengan rambut tergelung tersebut mencari keberadaan Pak Beni—jika benar—ke lantai atas. Lantai atas hanya berisi ruang keluarga dan dua kamar tidur, tampak lengang. Gayatri menuju balkon, tetapi tak ada siapa pun. Bulu kuduk wanita tersebut meremang. Tiba-tiba berembus angin sedingin es. Seketika sekujur tubuh Gayatri menggigil hebat. Di

