HAL TAK TERDUGA

1321 Kata

“Sini, biar Bli Dek yang tutupi,” ucap Kadek Satya ketika Gayatri telah sampai dengan membawa selembar kain. Pria ini segera mengambil kain lalu menyelimuti korban. Kini, wajah korban mulai tampak wujudnya. “Oh, ya Tuhan! Kok, bisa ...?” teriak Gayatri terkejut. Proses pemulihan sudah sempurna. Korban bernapas pelan layaknya orang pingsan. Kadek Satya berteriak meminta tolong kepada Arifin. Pria berkepala plontos ini, keluar kamar dengan panik. “Ada apa, Dek?” tanya Arifin, begitu sampai ruang tamu. “Dih, berkeringat keto. Habis ngapain?” Kadek Satya pun balik bertanya kepada sahabat karibnya tersebut. “Deg-degan, Dek. Lama-lama bisa mati bunuh diri, sport jantung terus,” jawab Arifin sambil menyeka peluh yang membanjiri wajah dan leher. Baju pria berkepala plontos ini basah kuyup ole

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN