Vania memandang bangunan mewah berlantai dua dengan bentuk geometri dan minimalis di hadapannya. Bangunan yang memiliki desain arsitektur dengan konsep modern terbuka itu adalah kediaman keluarga Arkasana, rumah di mana dirinya dibesarkan dan merajut kenangan yang sangat berharga bersama orang-orang yang ia kasihi. Kerinduan yang besar meluap di dalam dadanya. Sepasang netranya tampak berkaca-kaca. Ia tidak menyangka akan menginjakkan kakinya kembali di kediaman itu setelah dulu ia tidak bisa mempertahankan bangunan itu dengan kedua tangannya. Vania masih mengingat jelas ketika kediaman Arkasana harus disita oleh pegawai bank karena menjadi jaminan untuk pinjaman kredit modal usaha perusahaan ayahnya. Karena ketidakmampuannya, ia harus merelakan bangunan tersebut dilelang agar perusahaan

