Bab 63 - Mengantisipasi Kemungkinan Terburuk

2141 Kata

Tidak berapa lama, Indah kembali dengan segelas air di tangannya. Langkahnya perlahan terhenti ketika memergoki putrinya dan menantunya yang saling bertatapan dengan lekat. Perlahan sudut bibirnya terangkat ke atas melihat keduanya. Ia dapat melihat cinta yang terpancar dari netra sepasang insan muda tersebut. Ia turut merasa bahagia karena mengira jika hubungan pernikahan putrinya berjalan dengan baik. Sebagai seorang ibu, Indah cukup mengkhawatirkan putri sulungnya tersebut. Apalagi mengingat bahwa pernikahan yang dilakukan Vania bukan atas dasar kemauan gadis itu sendiri. Indah sempat khawatir putrinya itu akan berpikiran pendek. Ia sudah meminta kepada suaminya untuk membatalkan pernikahan tersebut, tetapi sayangnya, Andreas tidak mau mendengarkannya dan berkata bahwa menikah dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN