Liandra mengeraskan rahang nya marah setelah melihat salinan rekaman CCTV yang menayangkan adegan dimana Via-Pelayan dirumah nya berencana mencelakai Lisha. Bukan hanya Lisha saja yang celaka namun ia juga harus kehilangan buah cinta nya bersama Lisha. Lian tak sabar ingin segera menghabisi Via dengan tangan nya sendiri namun keberadaan via tidak tahu dimana. Itu membuat Lian sedikit frustasi ia berfikir jika Via belum di temukan ada celah kembali Via melukai Lisha, apalagi ia tidak tahu motif dibalik ini semua sehingga via terobsesi untuk mencelakai sang majikan. Via hilang bak di telan bumi, tidak meninggalkan jejak sedikitpun. "Lian, ekspresi wajah mu membuatku takut" cicit Lisha yang berada di samping nya. Lisha masih terbaring di rumah sakit, ia belum di perbolehkan pulang meskipun

