"Honey" ujar Lisha, dia Lisha melingkarkan tangan mungilnya di leher Lian yang tengah sibuk menandatangi selembar kertas. Lian mendongak lalu tersenyum manis pada Lisha, "Ya sayang, kenapa malah menyusul ku kemari?" tanya Lian sambil membawa Lisha ke atas pangkuan nya. Revano segera pergi, setelah mengantarkan Lisha ke dalam ruangan Lian. Ia kembali bekerja dan sedikit menghandle pekerjaan Liandra yang menumpuk banyak. Revano membiarkan Lian menikmati waktu bersama sang kekasih nya itu. Ia juga sangat bahagia ketika melihat tuan nya bahagia. Karena sedari dulu tuan nya tidak pernah sedekat ini dengan wanita manapun. "Memang nya tidak boleh ya?" tanya Lisha, ia mencebikan bibir nya kesal. "Tentu saja boleh, dear" jawab Lian sembari mengelus pinggang ramping Lisha dengan lembut, ia tid

