Rencana Devan Beberapa saat kemudian, Devan melepaskan Sandrina. Ia tersenyum melihat ke arah Sandrina. "Kamu tidak apa-apa kan?? Aku takut kamu tertabrak lelaki itu," kata Devan. "Terima kasih," ucap Sandrina. Devan kembali menggandeng tangan Sandrina dengan mesra. Bahkan lelaki itu mengecup punggung tangan Sandrina hingga gadis itu kaget. Wajah Sandrina memerah, hatinya semakin berdebar-debar. Devan hanya tersenyum. Setelahnya, Devan juga sangat perhatian. Bahkan beberapa kali ia membantu Sandrina menggunakan peralatan untuk snorkeling. Saat melakukan snorkeling Devan juga selalu menggandengnya penuh kemesraan. Ada yang berbeda dari Devan. 'Kenapa dia begitu perhatian? Apa jangan-jangan dia juga ada rasa padaku? Tapi rasanya semua itu nggak mungkin deh. Ah entahlah. Y

