Langit malam yang dipenuhi oleh bintang menjadi saksi bagaimana Aileen terus bungkam di sepanjang perjalanan pulang. Tidak, tidak ada satupun kata yang terucap dari bibirnya. Aileen hanya diam tanpa bisa mengatakan apapun. Apa.. apa yang terjadi padanya? Begitu merasakan pelukan Eros, Aileen merasakan sesuatu yang luarbiasa. Pemuda itu membawa Aileen masuk ke dalam suatu tempat di dalam hatinya, tempat asing yang terasa begitu nyaman untuk ditinggali. Kenapa.. kenapa Aileen bisa merasa seperti ini? Bahkan, setelah bermenit-menit terus diam sambil menerung, Aileen tetap tidak menemukan satupun jawaban. Tidak ada jawaban apapun. Pelukan yang Eros berikan masih terasa sangat jelas. Aileen masih mengingat bagaimana suara detak jantung pemuda itu, bagaimana deru napasnya, dan juga

