Setelah menghabiskan waktu seharian di rumah sakit, akhirnya Aileen diizinkan untuk kembali pulang ke rumahnya. Luka yang Aileen dapatkan tidak terlalu parah. Aileen hanya perlu meminum beberapa obat dan rajin mengganti perban di kepalanya. Ya, hanya itu saja. “Sekarang katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi, Aileen?” Tanya Keizaro ketika mereka sedang berada di kamar milik Aileen. Aileen mengernyitkan dahinya. Dia menatap Keizaro dengan kebingungan. “Apa yang kamu katakan?” Tanya Aileen sambil tersenyum. Keizaro tampak menghembuskan napasnya dengan pelan. Aileen menatap ponselnya yang tergeletak begitu saja di atas tempat tidurnya. Astaga, sejak kemarin Aileen sama sekali tidak mengecek ponselnya. Aileen meraih ponsel berlayar transparan itu dan ratusan notifikasi pesan jug

