Aileen menatap langit yang mulai menampilkan cahaya kemerahan. Senja selalu tampak indah, tapi Aileen lebih menyukai langit malam yang gelap namun penuh dengan bintang. Langkah kaki Aileen bergerak dengan pelan begitu dia sampai di halaman rumahnya. Ah, Aileen harus kembali pulang. “Tuan menunggu anda di ruangannya, Nona” Kata seorang pelayan yang menghampiri Aileen. Aileen mengernyitkan dahinya. Ada apa? Kenapa ayahnya kembali memanggil Aileen ke ruangannya? Aileen menarik napasnya dengan pelan. Sepertinya ada masalah lagi. Tidak mungkin Aileen dipanggil tanpa alasan. Kali ini, apa lagi masalahnya? “Baiklah. Aku akan mandi dan mengganti pakaian lebih dulu. Tolong katakan kepada Papaku” Kata Aileen sambil tersenyum. “Tuan meminta agar anda langsung datang ke sana, Nona” Kata pelaya

