Bab 19

1382 Kata

"Ajak istrimu masuk, Arlan," suruh mama pelan. Namun, matanya terus menatapku tak berkedip. Jadi sebelum aku balik badan bersama Mas Arlan, telapak tangan ini sengaja aku perlihatkan pada Mama Desti, tulisan nama Rifat yang sebesar telapak tangan tentu terbaca olehnya. Mama merasa terancam akan hal ini, nama orang itu ancaman untuknya. Kali ini aku menggenggam rahasia, jadi mama takkan seenaknya lagi. "Ayo, Mas, kita ke kamar," ajakku sambil menarik tangannya. Mas Arlan tentu penasaran dengan sikap mamanya yang berubah. Namun, aku takkan memberitahu padanya dulu, ini demi semuanya, setelah memegang bukti, barulah aku akan bongkar semua, di hari yang sama saat aku hendak mengatakan bahwa aku ini anak dari pengusaha yang besar dan keponakan dari pemilik perusahaan sang anak kesayangan Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN