“Kamu harus kuat, Nak. Demi Mama,” lirih mamaku seraya memohon. Terlintas semua yang kulalui bersama Mas Arlan. Seketika kekuatan muncul dan perut terasa mulas ingin buang air besar. “Mah, aku kepingin mengejan,” kataku dengan suara pelan. Rasanya tenaga yang tersisa sudah tidak banyak. Mama menoleh ke area bawah, ia terkejut melihat sudah banyak darah yang mengalir dari area v****a. “Nilam, sepertinya kamu sudah pembukaan sembilan, ya sudah dicoba mengejan,” suruh mama. Aku berhitung dalam hati lalu mengerang sambil mengejan, dan mama menyuruhku terus dan tambahkan kekuatan. Setelah mengejan ketiga kalinya, tiba-tiba saja seperti ada yang jatuh ke daerah jok mobil. Kemudian, suara bayi menangis pun melengking tinggi. “Ya Allah anakmu sudah lahir, Nilam. Bayinya laki-laki,” ungkap mam

