"Mengapa menatapku seperti itu? Apa ada yang salah dengan perkataan saya?" Wajah Tiana menyeringai : "Segala sesuatu tidak akan berjalan dengan baik jika ada hubungannya dengan orang seperti Zainaldi! Johan, ayo pergi. Tidak ada gunanya bicara disini!” "Benar, ayo pergi!" Johan mengangguk, memeluk bahu Tiana, menggelengkan kepalanya dan pergi, meninggalkan Laila sendirian, gemetar karena marah. Sejujurnya, dengan wajah Tiana barusan, Laila tidak tahan untuk menamparnya dua kali! Tapi mengingat apa yang dikatakan ayahnya, dia menahannya. Orang-orang mengatakan bahwa Junaedi sosok yang lembut, dan dia dikenal sebagai "seorang pengusaha berbudi luhur dan melek budaya". Apakah Tiana terlihat seperti putri Junaedi? Tiana memutar pinggang seksinya dan masuk ke mobil bersam

