Bab.78 Harib Woro?

1041 Kata

  Melihat Yunita menangis, Alia dan Tiana saling memandang satu sama lainnya. Mereka berdua merasa senang dan jauh lebih rileks.   Biarpun biasanya mereka naik kereta pulang bersama pas liburan, tapi Alia selalu memandang rendah Yunita.   Bagaimana mungkin anak orang susah dari pedesaan sepertinya bisa dibandingkan dengan dirinya?   Setelah melihat Yunita mengenakan piyama mahal, dia akan semakin ingin membuat Yunita sedih.   Ketika Alia hendak melanjutkan pembicaraan, ponselnya tiba-tiba berdering.   Setelah menjawab telepon, suara tajam Alia mendadak menjadi lembut.   "Hei, Harib, aku sudah menunggumu di bawah ... Apa? Kamu akan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Bu Liliana, jadi tidak bisa menemani aku sarapan? Aku lapar ... Oke, tapi nanti siang harus kemari menemaniku makan, a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN