Apa yang ia lihat barusan adalah sungguhan. Tiana memegang anggur yang dibawa oleh Pak Zainaldi. Awalnya ia mengira Tiana adalah orang yang cerdas, ia akan mencicipi keduanya diam-diam. Tanpa ia duga, wanita ini akan membuang buah Pak Zainaldi! Buah ini ia berikan pada Pak Zainaldi sendiri, ternyata ia ingin membuangnya! Liliana juga mengangguk. Ia mengira Habil sudah keluar, dan berkata dengan ekspresi jijik, "Baiklah, buang saja. Ia memberiku dua ikat anggur, ini pertama kalinya aku bertemu orang yang begitu pelit. "Apa katamu?" Habil tiba-tiba muncul di depan mereka dan bertanya dengan nada dingin. "A, aku mengatakan anggur ini...." Liliana terkejut, sedikit tidak jelas. "Huh, aku sudah mendengarnya, maksudmu, dua ikat anggur yang diberikan Pak Zainaldi membuatmu mal

