Malam sudah tiba, jam yang menggantung di dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh kurang lima menit. Dari arah dapur, Aaron melangkah sambil membawa camilan lalu duduk di samping sang istri yang sedang asik menonton acara televisi bersama adiknya. Tak sengaja Shena menemukan sesuatu yang ganjal saat melihat ke arah sang adik yang berselonjor di karpet. "Manda, liontin kamu kemana?" tanyanya, setelah menyadari jika ia tidak melihat liontin kalung yang dikenakan oleh Amanda. "Ada kok," jawab gadis itu seraya menunjukkannya pada Shena, akan tetapi ia tidak merasakan adanya liontin bulan di sana. Seketika Amanda menjadi panik. "Lho, Kak. Kok nggak ada ya? Kemana liontinnya?" "Liontin apa?" sahut Aaron bertanya. "Liontin kalungnya Amanda. Dulu Ayah menjadikan kalung itu sebagai mas kawinny

