Detikan suara jam yang menggantung di dinding memecahkan keheningan. Shena mengerjapkan kedua matanya, ia menunduk menatap Aaron dengan mulut terbuka yang menempel di puncak payudaraanya. Seketika wajah Shena bersemu merah. Perlahan sekali ia mencoba menjauhkan tubuhnya dari lelaki itu. Satu tangannya menutup payudaraanya yang terekspos. "Dasar bayi gede," gumam Shena seraya mengancingkan baju tidurnya. Sebentar lagi adzan subuh berkumandang. Shena bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan wajah lalu bersiap menyiapkan sarapan. Sebelum itu, ia membangunkan Aaron terlebih dahulu karena lelaki itu masih terlelap nyaman dalam tidur. "Mas, bangun," ucapnya mencoba membangunkan Aaron. Namun tidak ada pergerakan darinya. Shena menggoncang pelan lengan Aaron. "Bangun, Mas. Sebent

