Pagi telah tiba. Matahari sudah bersinar di luar sana. Shena di bantu oleh Amanda membereskan makanan di meja untuk sarapan mereka. "Udah semua, Kak?" "Udah. Ayo duduk, Kakak mau panggil Aaron dulu ke kamar." Amanda mengangguk lalu duduk di meja makan. Baru saja Shena hendak melangkah menuju kamar, lebih dulu Aaron tiba dengan wajah kusutnya. "Eh, udah siap ternyata. Ayo duduk, kita sarapan bersama." Shena tersenyum menyambut. Aaron hanya berdeham. Penampilannya sudah rapi, hanya saja wajahnya ditekuk tak bersemangat. Shena segera mengambilkan nasi serta lauk pauknya untuk Aaron. Mereka bertiga pun mulai menyantap sarapannya. Sesekali Shena melirik ke arah suaminya yang seperti orang tidak nafsu makan. Amanda yang juga merasakan sesuatu yang aneh pada Aaron menyenggol lengan Shena

