47 - Persiapan nikah - √

1320 Kata

  Ting...   Suara dentingan lonceng pintu membuat fokus Ahmad, Bambang, Ani, dan juga Vina langsung teralihkan pada asal suara.   Senyum di wajah Ani dan Vina seketika mengembang dengan sempurna saat melihat siapa yang kini memasuki butik. Siapa lagi kalau bukan Sein dan Anton, orang yang sejak tadi mereka tunggu kedatangannya.   Sein berniat berlari untuk menyapa mereka berempat, tapi tak bisa karena Anton langsung memeluk erat pingangnya, membuatnya tidak bisa berlari menghampiri Ahmad, Bambang, Ani, dan juga Vina.   "Jangan lari!" Peringat Anton dengan tegas. "Jalan seperti biasanya kan bisa, kalau lari nanti bisa jatuh." Anton mencoba memberi pengertian pada Sein, tentu dengan lemah lembut.   Sein menggangguk dan Anton pun melepas pelukannya dari pinggang Sein, membiarkan Sein men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN