"Ternyata bahagia itu kita yang ciptain bukan oranglain. Lalu Allah mengambil andil besar untuk meluruskannya. " *** "Kak Iqal ini nasi nya di habisin ! Kan sayang. " "Iya sayang. " Kinar menunggu Iqal makan di kantor sambil menyuapi nya. Lama di tinggal laki laki ini semakin manja dan menjadi tukang gombal profesional. "Sayang " Jawab Kinar dengan nada bingung namun malah di salah artikan lagi dengan Iqal. "Kenapa sayang? " Tanya Iqal dengan senyum mengambang. "Apa sih sayang? " Kinar kesal sendiri jadinya,kenapa malah bicara sayang-sayang begini. "Sayang ja

