Perlindungan

2999 Kata

Makian itu terdengar familiar karena belum lama, ia juga mendapatkan makian itu bukan? Namun sialnya, Ferril tak sempat mengklarifikasi. Ia melihat dengan jelas, seseorang di seberang sana mengarahkan senapan ke arah mereka. Ia langsung memeluk gadis itu lalu berguling dan sialnya, ia malah berguling ke arah jurang. Sebelum benar-benar jatuh, ia menyambar pinggang Echa dengan tangan kiri dan tangan kanannya memegang dahan dengan sangat kuat. "Jangan lihat ke bawah, beyb," tukasnya. Ia juga gemetaran. Echa jelas benar-benar ketakutan. Kedua tangannya memeluk erat leher lelaki itu. Ia tak punya pilihan. "Angkat kedua kakimu," titahnya. Mereka tak punya waktu banyak sebelum dibombardir dengan tembakan. Tapi gadis itu masih diam. "Please, beyb!" Echa menghela nafas. Oke, ia tak punya pilih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN