Raut wajahnya berubah begitu menerima telepon dari Mario. Karena tadi nama lelaki itu disebutkan, ia jadi tahu kalau Mario yang menelepon. Dan omong-omong, sedari tadi, ia belum melihat Echa sama sekali. Di mana gadis itu? Sementara si om beranjak. Sudah kehilangan minat untuk berbicara dengan lelaki sableng di depannya ini. Ada urusan lain yang lebih genting. Ia keluar dari ruangan sementara Acha mengambil kesempatan itu untuk masuk. Ia tentu masih penasaran soal tadi. "Apa yang terjadi, bang?" Ia mencoba mencari tahu disaat ayahnya Echa sibuk menghubungi para pasukan untuk segera menemukan keberadaan Mario dan membawanya pulang. Ya ia mendengar perintah itu baru saja disebutkan. Lalu ia tak mendengar sisanya. Lelaki itu tentu saja menugaskan para pengawalnya untuk mencari keberadaa

