Ekspedisi Penyelamatan

2999 Kata

Di kejauhan sana, Acha tampak duduk dan di sebelahnya ada Fatih. Ini masih jam sepuluh malam. Harusnya mereka beristirahat. Tapi saat melihat Fatih keluar, Acha mengikutinya. Walau keduanya duduk tak begiti berjauhan. Fatih memasang terpal di sana agar tak basah karena memang masih hujan. Hanya saja sudah tak terlalu lebat seperti tadi. Yang panas adalah lelaki di depan sana. Siapa? Mario. Hahaha. Ia sungguh senewen karena Acha terus berdekatan dengan lelaki itu. Tapi tak bisa berbuat apa-apa. Kakinya masih terluka. Ya walau masih bisa berjalan juga. Namun ia saja yang dongkol dan gengsi kalau sudah cemburu sejak melihat keduanya beraksi. Ya usai dikejar-kejar Blackphanter, mereka berhasil beristirahat. Walau tadi hampir berhadapan dengan barisan Blackphanter lagi, barisan itu tak ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN