Seperti biasa, Guri kembali duduk ke kempulan para seniornya laki-laki bersama Asep dan Andre. Walau kini tampilannya sedikit feminim dibanding ajaran yang lalu, sikap Guri masih sama blak-blakkan seperti biasanya. Dewa dan Siena baru saja memasuki kantin. Kedua sejoli itu memilih duduk tepat di depan Guri, dan posisi Dewa yang membelakanginya. Siena terlihat tersenyum, sambil menggenggam tangan Dewa. Matanya bahkan melirik sesekali ke arah Guri, seakan mengejek gadis itu. Ingin sekali Guri melemparkan gelas bekas minumannya ke wajah milik Siena, jika saat itu, Andre tidak menghentikkanya. "Jangan mempermalukan diri" peringat Andre yang duduk tepat di sampingnya. Andre, yang merupakan komting di kelas mereka, memang sudah mendengar cerita itu dari Asep. Ia ingin mempercayai temann

