Luapan emosi dan amarah membuat Guri tidak menyadari bahwa ia hanya menghabiskan waktu dua jam kurang menuju lokasi perkemahan. Suasana jalan kosong karena sudah tengah malam, di tambah motor yang ia bawa membuatnya cepat sampai ke tempat tujuan. Saat memasuki persimpangan hutan, Guri sudah melihat panitia yang berjaga di pos 1. Hal ini di lakukan untuk menjaga keamanan di tambah untuk memberi tahu kepada senior tempat perkemahanya. Guri hanya memberi klakson sekali dan langsung pergi berlalu, tanpa meminta panitia mengantarnya masuk ke dalam. Panitia itu jelas memandang Guri dengan heran, karna tidak ingin di antar. Malam ini memang Guri menggunakan motor sendiri, namun di belakangnya, ke dua abang dan dua teman abangnya, yaitu bang Rip dan bang Samsul ikut menyusul di belakangnya me

