Balas dendam yang elegan

499 Kata
Berita tentang pria misterius yang menyelamatkan nyawa Handoko Wijaya menyebar cepat di kalangan elit. Namun, Arka tidak terburu-buru. Ia menghabiskan beberapa hari berikutnya menggunakan Mata Sovereign untuk memborong aset-aset properti yang nilainya akan melonjak. Malam ini, sebuah undangan fisik berlapis emas tiba di hotelnya. Gala Anniversary Wijaya Group. Arka tersenyum dingin. Ia tahu Maya dan Rendy pasti akan ada di sana. Rendy telah lama berusaha menjadi mitra bisnis keluarga Wijaya, meski selalu ditolak. Lampu gantung kristal di Grand Ballroom memancarkan cahaya yang menyilaukan. Maya, yang mengenakan gaun merah ketat, tampak bangga menggandeng lengan Rendy. "Rendy, lihat itu. Bukankah itu Sonia Wijaya? Dia terlihat sangat cantik malam ini," bisik Maya dengan nada iri. Rendy membusungkan d**a. "Tenang saja, sayang. Setelah aku mendapatkan kontrak kerja sama malam ini, kita akan setara dengan mereka." Tiba-tiba, suasana riuh rendah di lobi berubah menjadi sunyi senyap. Pintu besar terbuka, dan seorang pria melangkah masuk. Ia mengenakan tuksedo hitam pekat dengan aksen perak yang berkilau. Langkah kakinya mantap, memancarkan aura yang membuat semua orang secara tidak sadar memberi jalan. "Siapa dia? Pangeran dari mana?" bisik para tamu wanita dengan mata berbinar. Maya terpaku. Jantungnya berdegup kencang. Wajah pria itu... tampak familiar, tapi tidak mungkin. Pria di depannya ini terlalu sempurna, terlalu berwibawa. "Arka?" gumam Maya tanpa sadar. Rendy tertawa meremehkan. "Jangan ngawur! Arka itu sampah kurir yang bau matahari. Pria ini setidaknya punya kekayaan triliunan. Jangan menghina tamu terhormat dengan menyebut nama si pecundang itu." Namun, langkah pria itu berhenti tepat di depan mereka. Arka menatap Rendy dengan pandangan merendahkan, lalu beralih ke Maya. "Lama tidak jumpa, Maya. Sepertinya selera pilihanmu belum meningkat," ucap Arka dengan suara bariton yang tenang namun tajam. Maya menutup mulutnya dengan tangan. "Arka? Ini... benar-benar kamu?" Rendy membelalak. "Mustahil! Kamu pasti melakukan operasi plastik dengan uang curian! Security! Kenapa gelandangan ini bisa masuk?!" "Dia bukan gelandangan, Tuan Rendy." Suara dingin itu datang dari belakang mereka. Sonia Wijaya berjalan mendekat, lalu dengan santai melingkarkan tangannya di lengan Arka. Tindakan itu mengejutkan seluruh ruangan. CEO dingin yang tak pernah menyentuh pria mana pun, kini bersikap manja pada satu orang. "Tuan Arka adalah tamu kehormatan keluarga kami. Dia adalah orang yang menyelamatkan ayahku, dan pemegang saham baru di perusahaan ini," lanjut Sonia dengan nada mengancam. "Jika kamu menghinanya lagi, aku pastikan perusahaan kecilmu akan bangkrut sebelum matahari terbit besok." Rendy gemetar hebat. Wajahnya pucat pasi hingga hampir pingsan. Sementara itu, Maya menatap Arka dengan penuh penyesalan dan gairah yang tidak pada tempatnya. Ia baru saja menyadari bahwa ia telah membuang berlian demi sebongkah batu kali. [Ding! Misi Tersembunyi Selesai: "Pembalasan Sang Raja".] [Hadiah: 50 Poin Evolusi & Skill Aktif - "Mata Penilai Aset".] [Status Kedekatan Sonia Wijaya: +15% (Kekaguman & Kepercayaan).] Arka hanya tersenyum tipis. Ia bahkan tidak perlu mengotori tangannya. "Sonia, mari pergi. Udara di sini tiba-tiba terasa sesak karena bau orang-orang rendah." Sonia mengangguk patuh, "Tentu, Arka. Ayah sudah menunggumu di ruang VIP." Mereka berlalu, meninggalkan Maya yang terduduk lemas di lantai dan Rendy yang menjadi bahan tertawaan para tamu lainnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN