"Setiap perbuatan ada konsekuensinya, setiap perasaan ada muaranya." *** “Oh? Ya ... saya lupa tutup … kayanya.” Sakura mengeluarkan tawa palsu dan menyampaikan kode kesal melalui pandangan matanya ketika menoleh pada Juan dan Kenza. Ia beranjak dari sofa dan mempersilakan Andrew duduk. Pria itu kemudian mengambil tempat di sebelah Sakura duduk tadi. “Ini beneran nggak papa saya duduk gabung? Kayanya tadi lagi seru ngobrol,” tanyanya memastikan tapi diterima berbeda di telinga Sakura. Dengan gerakan kikuk Sakura kembali duduk. “E-emangnya tadi nggak denger, uh, apa-apa sama sekali?” Ia mencoba memastikan kebenarannya. Suara Juan diyakininya cukup keras bahkan jika didengar dari luar rumahnya. Andrew menggeleng. “Tadi ngobrolin apa emangnya?” Ia justru bertanya. “Um, nggak ada. M-maks

