TLC 29

654 Kata

“Heeyy, ternyata jamu mu emang manjur Lik, rasakanlah batangku yang masih mengeras dalam vagginamu,” Lik Rumi kembali tertawa saat Rangga yang mencabut batangnya dan berusaha memasukkan batang itu ke lubang belakangnya. “Ooowwhhh, masih sempit aja punyamu Lik,” dengus Rangga merayu. Blaamm... “Hhhhmmm, pantes aja ditungguin lama banget,” suara Aira mengagetkan keduanya. Sontak Rangga dan Lik Rumi menoleh ke pintu, namun disitu hanya ada Aira yang berdiri dipintu dapur dengan baju lusuh dan rambut acak-acakan. Dari kaca mereka dapat melihat Mang Onoy yang tertidur kelelahan. “Sini Non, kalo ga salah dengar tadi Den Rangga juga pengen nusuk pintu belakang si Non,” ajak Lik Rumi seramah mungkin, dia sadar jika dirinya sudah menyerobot selingkuhan wanita itu. “Pintu belakang, Rangga,apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN