TLC 26

736 Kata

“Berarti giliran saya masih lama dong?” ucap Rangga setelah menghabiskan jamunya. Lik Rumi hanya tertawa lalu kembali meneruskan membilas beberapa piring yang masih kotor. “Kalo ngetem disini dulu boleh?” bisik Rangga sambil memeluk Lik Rumi dari belakang, tangannya langsung menuju selangkanngan yang dibalut kain jarik. Lik Rumi hanya tertawa, rupanya wanita muda itu memang telah menduga apa yang akan dilakukan oleh tamunya. Tapi jantungnya langsung berdegub kencang ketika teringat pennis Rangga yang terlalu besar. Memorynya langsung mengingatkan dirinya pada sosok pak Nathan lelaki India yang secara terang-terangan meminta kepada Mang Onoy untuk menemaninya dikamar selama menginap di Vila itu. Dimata Lik Rumi, Pak Nathan betul-betul seorang petarung seks sejati yang memiliki pennis be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN