“3, 2, 1, Goooo!” Bu Sofie berteriak memberi aba-aba penuh semangat. Kaki para lelaki dengan cepat berusaha menendang balon yang bergerak liar tertiup angin, air yang ada didalam balon tidak cukup berat untuk menahan hempasan angin. Bu Sofie tertawa, meski para lelaki terlihat serius melakoni lomba, wanita itu dapat melihat, bagaimana Adit menghentak batangnya ke liang kemalluan Mulan, tepat saat aba-aba Goo berkumandang. Begitupun dengan suaminya, Pak Wisnu yang memaksa Aira untuk menurunkan tubuhnya, dan menerima batang besarnya diliang vagginanya yang sudah sangat basah. “Ooowwgghhhh, Paaakk,” Aira melenguh, akhirnya batang terakhir itu memasuki tubuhnya. Tangannya berpegangan erat berusaha agar tidak terjatuh saat pak Wisnu setengah berlari mengejar balonnya yang tertiup angin cuku

