Perlahan Wisnu menarik pinggulnya, belum sempat helm besar itu keluar, pinggulnya kembali menghujam jauh kedalam. “Ooomm, gede banget om, seperti punya Pak Rangga, Adduuuhh,Aaahhh,” “Rangga, apa Rangga sudah pernah menyetubuhi mu,” “Ststsssss, jangan kenceng-kenceng, entar kedengeran sama Mba Rianti,” Andini mengutuki kecorobohannya menyebut nama Rangga. “Hahahaaa, dasar kau Rangga, jangan-jangan kedua istriku juga sudah kau cicipi,” gumam Pak Wisnu. Lalu menghentak batangnya dengan lebih keras dan cepat. “Ooomm, pelan Ooomm, m***k Andini ntar jeboooll, aaagghhhh,” gadis itu meringis menahan perih didinding rahimnya yang digedor-gedor. Apa smua batang besar emang beringas seperti ini, pikir Andini yang kewalahan, berpegangan pada pundak Pak Wisnu. Melihat aksi Pak Wisnu, Rianti menjad

