“Ranggaa, kamu maauu keluaaaarr, cabuuut Gaaa, aku sedaaang subuuuur, aku bisa hamil Gaaa,” Mendengar kata-kata Zahra, Rangga justru semakin bernafsu, mencengkram erat panttat Zahra, memaksa batangnya tetap bersemayam dibagian paling dalam, merasakan empotan vaggina Zahra yang masih dilanda orggasme. Sia-sia bagi Zahra berusaha melepas batang Rangga dari vagginanya, karena saat ini kemalluannya juga tengah menagih hal yang sama. “Ra, aku keluaaarrr, aku keluar dirahim mu sayaaaang,oowgghhhh,” batang Rangga berkedut, lalu menghambur bermili-mili sperrma, menghentak dinding rahim Zahra dengan deras. “Ooowwhhhh, Ranggaaa,keluarkaaan sayaaaaang, keluar semuaaa dirahimkuuu,” Zahra menatap wajah Rangga yang orggasme dengan rasa bahagia dihati. Membiarkan lelaki itu menikmati setiap detik ken

