Epilog

950 Kata

Rosa berbaring di ranjang pasien. Kak Juna mengoleskan gel di perutnya, lalu menempelkan sebuah alat yang disebut Doppler. Alat itu mengeluarkan irama denyut jantung bayi mereka yang terdengar merdu. Rosa tersenyum menikmati nada indah pertanda kehidupan makhluk kecil dalam kandungannya. Baru pertama kali dia merasa begitu bahagia saat hamil. Rosa kini merasa bersalah pada Biru kecil karena telah membenci kehadirannya dulu. "Sebenarnya aku kaget, saat tahu Jingga menikah dengan Krisna," ucap suaminya tiba-tiba. Rosa membuka mata dan menatap Juna dengan curiga. "Kenapa? Kakak cemburu?" tuduhnya. Juna tertawa. "Kenapa kamu bisa punya pikiran begitu? Aku hanya terkejut saja, aku pikir Krisna menyukaimu, dia bahkan mengaku sebagai ayah dari Biru." Rosa mencebik. "Si b******k itu pikir dia

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN